7 Hal yang Bikin Pernikahan Rentan Perceraian

7 Hal yang Bikin Pernikahan Rentan Perceraian

Hampir setengah dari pernikahan berakhir dengan perceraian.

Liputan6.com, Jakarta Semua orang tentunya menikah dengan niat yang baik. Sayangnya, hal itu tak berhasil mencegah 40 - 50 persen pernikahan berakhir dengan perceraian.

Walaupun penelitian baru-baru ini menemukan, semakin sedikit jumlah pasangan--yang lulusan kuliah dan menikah di usia yang lebih tua--bercerai. Namun fakta buruknya tetap masih ada. Hampir setengah pernikahan di AS berakhir dengan perceraian.

Setiap orang dan setiap pasangan tentu berbeda. Mereka memiliki pengalamannya masing-masing, yang lantas mempengaruhi kehidupan pernikahan. Namun para ahli berhasil mengerucutkan alasan pasangan bercerai menjadi tujuh alasan.

Ketahui apa saja yang jadi alasan perceraian dan usahakan Anda bisa menghindarinya, melansir She Knows, Selasa (31/01/2017):

1. Memendam kebencian

Kita semua pernah membuat kesalahan dalam hubungan dan kita. Kebanyakan dari kesalahan tadi bisa dimaafkan, selama orang yang melakukannya mau bertanggungjawab dan memperbaiki diri.

Sayangnya, hal itu tidak menjamin pasangan yang tersakiti bisa melupakannya. Rasa marah yang tersisa--dan terpendam--bisa menghancurkan pernikahan.

"Jika Anda merasakan kebencian terhadap sesuatu, hal itu adalah suatu tanda peringatan," ujar Dr. Tina Tessina, seorang psikoterapis yang telah praktik selama 30 tahun dan menulis 13 buku tentang hubungan.

"Kebencian itu seperti karat yang bisa melahap fondasi hubungan. Anda perlu berbicara mengenai hal ini, menyelesaikannya. Argumen yang tak berkesudahan dan terus berulang juga adalah tanda masalah." Selesaikan dan lupakan setiap masalah Anda untuk menghindari perceraian.

Rekomendasi